Minggu, 06 November 2016

Hujan di kotamu


Masih terbayang rintik gerimis dipagi itu. 
Di bawah langit pagi kotamu aku menyusuri sepi perjalanan. 
Saat pagi berhujan , saat tarian kabut masih menghiasi langit. 
Saat orang lain enggan beranjak dari suhu dingin , dan aku harus bergegas. 
Meninggalkan kotamu , kota dengan keagungan gunung-gunungnya, kota dengan keanggunan liukan ilalangnya , kota dengan kesunyian paginya . Kota dengan sejuta ketenangannya . 
Maka aku harus tetap meninggalkan kotamu, meninggalkan semua kenyamanan, meninggalkan harapku untuk bertemu denganmu . 
Meski ternyata, baru ku tahu , kau yg lebih dulu meninggalkan kota itu . 

Maka , aku hanya bisa temangu, menyimak tiap rintik hujan yg berubah menjadi serenada kenangan . 
Hingga hujan menatapku jenuh , rintik airnya berlirih sendu . sempat buatku terbayang semu . 

Tentang rindu, itu kamu . 

Saat hujan, apa kabarmu ? 


Tentang dia~




Ini bukan tentang yang lebih muda, seumuran , atau lebih tua 😄
Ini tentang yang menyeimbangkan hidup dan yang bisa berjalan beriringan . Yang memberi kedamaian dihati, kenyamanan disisi , dan kasih sayang tiada henti .
Tentang tertawa bersama , saling mensupport mendoakan satu sama lain , berbicara lepas tak terbatas tanpa berfikir ini pantas atau tidak . 
Ketika dunia begitu kejam , dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang . Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit . Menerimamu apa adanya meski kamu hanya seadanya . 

Wajah mungkin tak rupawan , tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus kamu perjuangkan . 
Masa lalunya tidak kamu persoalkan karna kamu tahu itu yang membentuknya sekarang . Kekurangan masing masing adalah tugas bersama  untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar lebih baik . 
Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum / imamnya . Membuatmu bangga menjadi ibu / ayah dari anak anaknya . 

Lalu , siapakah dia ? Dimanakah dia ? 
Entahlah , mungkin belum waktunya Allah singkapkan 😁 . 

#Singlelillah #Jomblomulia