Masih terbayang rintik gerimis dipagi itu.
Di bawah langit pagi kotamu aku menyusuri sepi perjalanan.
Saat pagi berhujan , saat tarian kabut masih menghiasi langit.
Saat orang lain enggan beranjak dari suhu dingin , dan aku harus bergegas.
Meninggalkan kotamu , kota dengan keagungan gunung-gunungnya, kota dengan keanggunan liukan ilalangnya , kota dengan kesunyian paginya . Kota dengan sejuta ketenangannya .
Maka aku harus tetap meninggalkan kotamu, meninggalkan semua kenyamanan, meninggalkan harapku untuk bertemu denganmu .
Meski ternyata, baru ku tahu , kau yg lebih dulu meninggalkan kota itu .
Maka , aku hanya bisa temangu, menyimak tiap rintik hujan yg berubah menjadi serenada kenangan .
Hingga hujan menatapku jenuh , rintik airnya berlirih sendu . sempat buatku terbayang semu .