Minggu, 07 Desember 2014

Psikologi Gender




Sering kita mendengar kata, man from mars, woman from venus. Adakalanya istilah itu memang benar, sangat berbeda jauh criteria keduanya, apalagi bila disatukan di “bumi” pasti bukanlah hal yang mudah untuk menyatukannya. Dibeberapa kesempatan, saat saya bertanya kepada kaum adam, siapakah yang mempunyai ego paling besar? Perempuan atau laki-laki? Jawaban mereka adalah perempuan. Sedangkan saat saya bertanya pada kaum hawa, ego siapa yang paling besar, laki-laki atau perempuan? Mereka dengan antusias menjawab : laki laki.

Lah kenapa begitu?

Ya memang begitu, itu membuktikan bahwa keduanya memiliki ego. Rasa ingin menang sendiri. Wajar saja, itu perasaan yang lumrah bagi setiap jiwa. Malah aneh saja jika laki-laki mengakui bahwa kaumnya memiliki ego yang lebih besar, atau bila perempuan juga seperti itu.

Nah, bagaimana ini?

Menyikapi masalah ini, penulis akan menjelaskan berbagai hal meski tidak semuanya, hanya dibagian satu perasaan yang sudah tidak diasingi lagi, apalagi kalo bukan cinta.

Dalam hal ini, saat jatuh cinta, dalam tubuh pria akan muncul adrenalin, yakni suatu zat yang membuatnya selalu ingin mendapatkan wanita yang ia sukai. Apalagi jika si wanita ini ternyata menjadi rebutan bagi kaum adam, maka adrenalin ini akan semakin meningkat, membuat pria ini melakukan apapun demi mendapatkan si wanita tersebut. Berbagai cara ditempuh, rayuan dan gombalan, perhatian yang lebih, bahkan berani mengorbankan apapun, seperti waktu, harta, atau bahkan nyawa.

Berbeda dengan perempuan, saat ia jatuh cinta, ia tidak dengan mudah meyakini bahwa ia memiliki rasa itu. Perempuan sangat hati-hati di awal. Butuh waktu bagi perempuan untuk menerima cinta dari pria lain dan butuh juga waktu untuk mencintainya. Namun, keraguan di awal ini dengan mudah terhapus saat melihat kenyataan akan sikap si pria yang membuatnya merasa paling bahagia di dunia (pengaruh adrenalin tadi) dan mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan.

Tidak berhenti disini, ini baru di awal.

Bagi laki-laki, setelah mendapatkan si wanita itu, ia merasa “dia sudah milikku” sehingga pria ini merasa bahwa ia tidak usah lagi merayu, atau romantis seperti dulu. Dan setelah ia mendapatkan si wanita, adrenalinnya jatuh merosot. Efeknya, kebanyakan laki-laki suka cuek setelah menjalin hubungan.

Berbeda jauh lagi dengan wanita, setelah mencintai, ia akan dengan segenap jiwanya berusaha menjaga cintanya, dan lebih mencintai lagi pada pasangannya. Inilah wanita. ia akan dengan mudah menuruti kemauan si pria karna wanita ini merasa sudah terikatnya dengan hubungan yang erat.

Nah disinilah letak permasalahannya.

Bagaimana kita akan memadukan dua kepribadian, yaitu pria yang lama-lama semakin cuek dengan wanita yang makin hari makin cinta, ini adalah permasalahan besar bagi wanita.

Ia akan merasa bahwa pasangannya sudah tidak mencintainya lagi. Karna memang berkurangnya perhatian dari si pria, namun pria merasa, buat apa merayu lagi? Buat apa perhatian lebih lagi? Kan dia sudah jadi milikku. Adakalanya si wanita merasa ingin perhatian dan keharmonisan seperti dulu saat mereka jatuh cinta, tapi si pria beranggapan bahwa hal ini buang-buang waktu, kurang kerjaan, dll

Sehingga disinilah, bisa kita lihat bahwa perempuan cenderung menjadi “korban” dalam hubungan percintaan. Padahal sesungguhnya ini sifat asli dari laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini, si wanita merasa dirinya sudah tidak dianggap lagi padahal kenyataannya si pria masih mencintainya tapi dengan ungkapan yang berbeda. Dalam menyelesaikan masalah ini, wanita cenderung setia, memilih diam, dan terus disisi pasangannya. Sedangkan pria, jika ia merasa kecewa dengan wanitanya, ia dengan mudah berpaling ke lain hati. Ini juga yang menyebabkan banyak janda yang tetap memilih untuk hidup menyendiri dan banyak pula duda yang memilih untuk mencari pasangan kembali.

Sungguh, ini bukan hal yang sepele, lalu bagaimana penyelesaiannya?

Kepada kaum adam, kaum yang gagah.. hendaklah kalian selalu memberi perhatian kepada pasangannya karna yang wanita inginkan hanya perhatian yang konsisten. Kurangi ego kalian untuk cuek terhadap pasangan, justru karna ia sudah menjadi milik kalian, kalian harus memperlakukan sebaik mungkin. Jaga hatinya, hatinya lembut dan mudah tersentuh. Ia rapuh, maka kuatkan ia dan jadilah penyangga yang kokoh. Jangan sekali-kali membuatnya menangis karna akan lebih menyakitkan bukan jika ada pria lain yang menghapus air matanya. Tuntun dan bimbing wanitamu, karna ia sudah percaya sepenuhnya kepadamu. Hindari harapan kosong karna itu sama saja membuat masa depannya hampa. Jadilah sosok yang tangguh, namun mempunyai kelembutan hati. Bukankah dalam agama kita disebutkan, bahwa “sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya”

Kepada kaum hawa, kaum pemilik kelembutan.. hendaknya kalian terus menjaga sikap, ego, hati kalian agar tidak mudah berubah. Berusaha sebijaksana mungkin, teruslah mencintai pasangan kalian, jika menghadapi permasalahan seperti tadi, jangan sampai mengurangi kepercayaan kepada pasangan kalian. Jika memang perhatiannya tidak lagi sama seperti dulu, jangan sampai prasangka buruk membuat kalian rapuh.. mungkin saja waktunya ia gunakan untuk membahagiakanmu tapi dengan cara lain, jangan beranggapan ia sudah tidak mencintai kalian lagi, perasaannya masih sama tapi dengan ungkapan yang berbeda. Nah, agar kalian tetap dicintai seperti yang dulu, buatlah suasana baru. Suasana yang membuat pasangan anda semakin betah dengan anda. Suasana apapun itu, misal dengan tampilan baru yang disukai pasangan, atau hal hal lain yang mengasyikkan. Menjadi wanita, selain anggun, harus kreatif juga dong.

Nah.. kepada kalian yang menjalin hubungan, hendaknya saling menjaga perasaan satu sama lain, anggaplah jika kalian berbuat sesuatu, kalian pikir dampaknya seandainya kalian ada dipihak pasangan. Jangan mudah mengucapkan kata pisah. Itu hal yang bahaya meski hanya becanda, karna bisa melunturkan kepercayaan sang wanita, jangan anggap sepele tangisan sang wanita. karna wanita takkan menangis bila hanya karna masalah sepele di antara kalian.

Jaga hubungan itu, mencintailah seakan besok kiamat. Dan ingat! Tetap harus ada dalam bingkai syariat-Nya. Tips ini bukan untuk yang pacaran. Penulis tidak ridho bila isi tulisan ini disalah gunakan.

in memoriam



Izinkanku untuk kembali mengenang masa indah kita.
Ini awal kisahku di tempat perjuanganku, perjuanganku sendiri, tanpa kalian.
Jujur saja aku tidak bisa melepas semua tentang kita. Semua kenangan indah persahabatan..
Dan inilah kisahku. Yang didarah dagingi kenangan bersama kalian.
Diasrama baruku, aku sering banget muter nasyid amar-sahabat, senandung ukhuwah, untukmu teman, dan nasyid2 yg menostalgiai kisah kita di malka, aku sering memutar nasyid itu kadang kayak minum obat. Sehari tiga kali. Sehingga teman-teman baruku ikut2 menirukan lagu-lagu kita. Tapi semerdu apapun suara mereka, kalah indahnya jika dibandingkan dengan suara kita saat bernyanyi bersama, sesumbang apapun itu.
Disini, aku juga selalu membawa jaket CSG, eh ternyata ada temanku yang hobby banget minjem jaket CSG, enak dipake katanya. Iya lah.. kan filosofi kenyamanan memakai jaket CSG itu senyaman ukhuwah kita meski kadang ada keretakan yang terjadi.
Percaya atau tidak, disini ana rajin piket. Rajin beres-beres, entah kenapa ana semangat piket inget cleaning together bersama kalian, meski dulu ana sering kabur waktu piket. Afwan ya buat seksi kebersihan OSAKA 2012-2013. Mungkin sekarang ana bisa meneladani bagaimana sikap nining, mumbarokah, bela, dan ninda..
Jujur.. kenangan bersama kalian sulit untuk kulupakan. Kadang ana sering menangis sendiri saat pelajaran ilmu hadist, kangen ke ustadz rizki.. kangen belajar bareng kalian yang asli, rame and kocak banget.. disini dosennya kebanyakan gak sefikroh.. ana jadi was-was terus.
Terima kasih telah menemani perjuanganku selama 3 tahun kawan.. meski waktu ini amat singkat, semoga kita bisa bersama lagi di jannah-Nya.. ana belajar banyak hal dari kalian, belajar untuk terus ceria menatap hidup dari seorang Aam, belajar pantang menyerah dari ukhti Adila, belajar seenjoy mungkin dalam menghadapi masalah seperti ukh adistia, belajar seterampil ayin dalam mengurus berbagai hal,belajar bersabar dari ukh ade ika, belajar menguatkan diri dari ukh cicih, belajar seriang mungkin sperti ukh bela, belajar untuk berfikir positif dari ukh farah, belajar sekreatif mungkin dalam menjalani hidup seperti ukh Fatimah, belajar tabah menjalani takdir meski tidak sesuai dari ukh fitri, belajar arti pengorbanan dari ukh hanifah, belajar untuk bisa diandalkan orang lain dari ukh Irma, belajar akan ketekunan dari ukh mumbarokah, belajar memahami kehidupan dari berbagai sudut dari ukh nanih, belajar mengerti orang lain dari ukh nurul, belajar untuk hidup disiplin dari ukh ninda, belajar akan sebuah ketegasan dari ukh nining, belajar untuk menjadi diri sendiri dari ukh puspita, belajar akan kelembutan hati dari ukh reni s, belajar bersikap tangguh dari ukh reni H, belajar dalam mengatasi masalah dari ukh qonita, belajar akan arti rendah hati dari ukh risma, belajar akan keteguhan hati dari ukh riska, belajar dalam kepemimpinan dari ukh rufaidah, belajar tentang arti persahabatan dri ukh via,  belajar bisa mengendalikan suasana dari ukh sarah, belajar arti kemandirian dari ukh siti, belajar untuk bersikap arif bijaksana dri ukh shofa, belajar akan sebuah perjuangan dari ukh tuti, belajar akan keanggunan sebagai seorang wanita dr ukh vivih, belajar akan arti kesetiaan dari ukh zulfa. Terima kasih pada kalian. Yang mungkin tak hanya sebagai sahabat, tapi juga guru dalam hidup ana.
Syukron katsiran ukh.. semoga allah memudahkan jalan kesuksesan kita semua.

Jumat, 23 Mei 2014

Ketika Tuhan Jatuh Cinta



Duhai jiwa
lambaikan tanganmu dalam balutan senja
hingga mega pun menyapamu dalam kekalutan
dalam detik derai air mata
hingga aku bisa menyelam di lubuk hatimu
mengembara dalam alunan rasa

Duhai jiwa
Jejakmu mengembara dalam bayangan
elok senyummu sembuhkan dukaku
apakah ini pertanda kerinduan?
apakah hanya sisa-sisa yang berbalut kenangan?
Entahlah,
ketika dunia terasa fana
kedamaian tak lagi terasa
kebahagiaan semakin tak bermuara
Namun kau berdiri tegar menghadapinya
Tidakkah kau sadari semua itu adalah
Pertanda Tuhan Jatuh cinta?